Membongkar Penipuan Berkedok SMS

Membongkar Penipuan Berkedok SMS

Jakarta - "Plgn YTH Selamat setelah diundi Telkomsel kemarin, simCARD Anda mendapatkan hadiah Rp 75 juta (belum dipotong pajak). Pin Anda 276C353. Untuk info lebih lanjut klik www.undiantelkomsel57.webs.com."

Wajah Udin Rahman, 60 tahun, begitu terkejut dan semringah ketika pesan singkat (SMS) tersebut masuk ke telepon selulernya yang memberitahukan dirinya mendapat hadiah uang tunai. Saking girangnya, ia langsung berteriak dan memanggil istrinya untuk mengabarkan keberuntungan besarnya itu.

Karena gagap teknologi, ia pun menyuruh putranya untuk mengecek website sesuai bunyi pesan singkat. Namun, putra sulungnya itu menyarankan agar ayahnya tidak terlalu percaya karena takut modus penipuan. Tapi pria lanjut usia itu tetep berkeras karena dipikirnya memang hadiah.

Mau tidak mau sang anak menurutinya. Begitu dicek, nomor pin undian Udin yang ada dalam pesan singkat memang tercantum. Tapi, ia harus segera mengontak nomor ponsel yang tertulis sebagai koordinator hadiah.

“Pas saya telepon, kok aneh perasaan linglung seperti habis dihipnotis. Saya disuruh transfer uang Rp 5 juta dulu buat pajak katanya,” kata Udin saat ditemui detikcom, Jumat pekan lalu.

Usai menelepon, Udin dan putranya berdebat panjang. Putranya ingin ayahnya sadar kalau itu jelas penipuan. Tapi, Udin malah semakin pede kalau itu adalah benar hadiah. Tanpa basa-basi, Udin langsung menuju anjungan tunai mandiri di dekat rumahnya.

Pensiunan pegawai negeri sipil golongan III itu pun akhirnya mentransfer ke rekening sesuai permintaan karena hadiah dijanjikan akan langsung dikirim esok harinya. Ditunggu hingga dua hari, kabar positif tidak kunjung datang. Akhirnya, Udin kembali menelepon nomor yang mengaku sebagai panitia koordinator hadiah. Anehnya, nomor tersebut tidak bisa dihubungi.

Udin berubah menjadi panik. Kemudian dia menyuruh istri dan anaknya untuk mencarikan
nomor kontak operator yang disebut mengadakan undian hadiah. Begitu mendengar pernyataan customer service, Udin lemas dan tidak percaya kalau dirinya benar-benar sudah menjadi korban penipuan. “Mereka tak bisa bantu. Saya hanya disarankan beri laporan dan SMS ke nomor resmi Telkomsel. Saya juga sudah lapor ke polisi. Tapi, percuma juga, duit saya enggak bisa balik."

Hal yang sama hampir dialami Nining, 18 tahun. Perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta ini nyaris kena tipu sebesar Rp 3 juta setelah ada pesan singkat yang menginformasikan mendapat hadiah satu unit sepeda motor dari operator seluler. Ia pun juga sama mendapat instruksi untuk menelepon panitia yang mengatur hadiah yang ada di website.

Saat itu, Nining nekat ingin meminjam uang sama majikan dan saudaranya. Ia rela kalau gajinya nanti dipotong sama majikannya. Tapi, untungnya sang majikan tidak terlalu percaya dan bisa mengetahui kalau itu adalah modus penipuan.

“Saya sudah pegang Rp 3 juta dipinjemin sama saudara dan tabungan saya sendiri dan siap transfer. Tapi, ibu marah-marah kalau itu penipuan. Ya, sudah saya enggak berani,” kata perempuan yang hanya tamatan sekolah menengah pertama ini kepada detikcom Jumat pekan lalu.

*****

Modus penipuan melalui telepon seluler memang semakin marak. Di tengah masyarakat, penipuan yang dulu naik daun adalah modus "mama minta pulsa", "kredit tanpa agunan", "anak bapak kecelakaan" hingga "selamat anda dapat hadiah" atau "selamat anda menang undian". Para penipu memanfaatkan nomor-nomor pelanggan dari tiga operator seluler terbesar yakni Telkomsel, Indosat, dan XL.

Di Medan, Sumatera Utara, kondisi yang sama juga dialami Nelly Sinaga, 30 tahun. "Enggak aku respons sih, soalnya yang kayak gitu pasti penipuan, wong enggak pernah ikutan kuis atau semacamnya, tiba-tiba dapat hadiah, kalaupun dibilang menang undian poin, kan harus ditukar dulu," kata dia kepada detikcom Senin kemarin.

Walau selalu lolos dari jerat tipu-tipu, Nelly meyakini tidak semua masyarakat Indonesia menyadari potensi penipuan dari satu SMS yang tiba-tiba nyasar ke ponsel mereka.

Tak tertutup kemungkinan ada banyak orang yang tertipu dan terlanjur mengirimkan uang ke nomor rekening tak dikenal. "Pasti ada orang-orang yang tertipu, yang tidak mengerti. Kalau kenalan langsung (yang tertipu) memang tidak ada, tapi aku banyak dengar cerita-cerita orang yang mengalami."





kuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore" pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV

Sumber : DetikFoto
post by :
https://www.facebook.com/Baskara.147
Tags:  Hukum

Berikan Komentar

Ridwan Kamil Keliling Eropa Cari Dana CSR untuk Bandung

Ridwan Kamil Keliling Eropa Cari Dana CSR untuk Bandung

Hari ini, Senin (20/1/2014) Ridwan Kamil baru memulai lagi aktivitasnya sebagai Wali Kota Bandung setelah hampir satu minggu keliling Eropa untuk mengejar dana CSR dari

Selengkapnya
Hukum
View all